5 Masalah Makan pada Anak dan Cara Mengatasi

5 Masalah Makan pada Anak dan Cara Mengatasi

Setiap anak memiliki permasalahan makanan yang berbeda-beda. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Setiap bani memiliki permasalahan makanan yang berbeda-beda. Ada anak yang gemar memastikan makanan, ada pula yang hanya mau mengonsumsi makanan tertentu.

Selain memodifikasi resep, Anda juga bisa menerapkan beberapa kebiasaan berikut sesuai dengan permasalahan yang timbul pada anak seperti dilansir laman PureWow:

Bani hanya mau mengonsumsi satu macam makanan

Meski anak cuma mau mengonsumsi kue, roti, & makanan karbohidrat lainnya, usahakan Anda tetap menyajikan makanan sehat dalam piring anak. Karena semakin bujang familiar dengan suatu makanan (walau hanya dengan melihatnya), kemungkinan bujang akan terdorong untuk mencobanya. Sajikan pula dengan ekspresi yang elegan agar anak tertarik mencobanya.

Bani tidak mau mengonsumsi makanan yang sehat

Bujuk anak mencoba sasaran sehat dengan menjelaskan manfaat lantaran makanan tersebut dengan cara yang unik. Misalnya, wortel akan memproduksi mereka mampu melihat dengan nyata atau ayam rebus akan membina mereka lebih kuat sehingga mampu melompat lebih tinggi.

Selera makanan anak berubah-ubah

Rotasi makanan anak selama beberapa minggu, dan kenalkan makanan yang dulunya ia sukai, ketika ia benar-benar lapar, misalnya ketika ia baru bangun sejak tidur siang atau ketika dia belum mengemil.

Anak hanya mengosumsi makanan yang sama setiap hari

Kenalkan makanan baru pada bani setiap kali ia makan. Caranya, dengan perbandingan 1: 3. Siapkan dua menu makanan favorit bani dan satu menu makanan anyar. Anda juga bisa memvariasikan sasaran sesuai dengan tema. Misalnya, bani sangat suka mengonsumsi kentang menyelar, sesekali gantilah dengan ubi goreng yang dibentuk mirip kentang menyelar.

Anak hanya makan dalam bagian yang sedikit

Hindari memaksa bujang untuk menghabiskan porsi makanan dengan besar. Tujuannya agar anak mempunyai pandangan yang positif setiap kali ia akan makan. Tidak hanya itu, perlu diingat bahwa terkadang anak memang hanya membutuhkan porsi makan yang sedikit sesuai secara ukuran lambung mereka.

Rekomendasi