Body Shaming dan Alasan Mengapa Kita Melakukannya

Body Shaming dan Alasan Mengapa Kita Melakukannya

Persepsi yang tidak efektif mau bentuk fisik seseorang adalah pasal utama seseorang melakukan body shaming. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Istilah body shaming ramai diperbincangkan sejak beberapa tahun ini.  

Body shaming sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Anna Margaretha Dauhan, psikolog klinis dewasa dari Pusat Keterangan dan Konsultasi Tiga Generasi, membaca, ini sudah terjadi sejak lama. Bahkan mungkin tanpa sadar kita sering melakukannya.

“Secara sederhana, body shaming dapat diartikan sebagai sikap ataupun perilaku yang negatif terhadap berat badan, ukuran tubuh, dan pengejawantahan seseorang, ” buka Anna.

“Seseorang bisa melakukan body shaming kepada orang lain maupun dirinya tunggal. ”

Persepsi yang tidak efektif mau bentuk fisik seseorang adalah pengantara utama seseorang melakukan body shaming. Seperti mengidolakan bentuk tubuh sempurna tertentu dan mengaitkannya dengan watak positif tertentu.

“Padahal setiap orang memiliki bentuk dan berat tubuh idealnya masing-masing. Tidak harus sama, ” tegas Anna.

Selain itu, karena patokan dan bentuk tubuh adalah kejadian yang paling mudah terlihat sejak seseorang. Apabila ada sesuatu dengan tidak disukai dari seseorang, penampilan fisik pun menjadi sasaran tembak untuk melampiaskan rasa tidak rajin atau bahkan frustrasi.

“Dengan melakukannya, paling tidak, membuat dirinya (orang dengan frustrasi itu) merasa lebih jalan mengenai kondisi dirinya sendiri, ” Anna bilang.  

Dampak body shaming tidak main-main. Korban bisa oleh karena itu malu sehingga ingin memperbaiki cermin dirinya.

“Korban bisa saja melakukan crash diet yang tidak sehat. Tujuannya semata memperbaiki bentuk tubuh, tidak untuk kesehatan, ” ungkap Anna.

Namun secara psikologis, body shaming bisa mengarah pada konsep diri yang negatif, perasaan tidak berharga, makin depresi.

“Pada kondisi yang lebih berlebihan, body shaming dapat memicu timbulnya eating disorder seperti bulimia ataupun anoreksia nervosa yang dapat berakibat buruk atau bahkan fatal bagi kesehatan, ” pungkasnya.  

Rekomendasi