enam Kiat Berumah Tangga yang Kala Didengar Namun Sebenarnya Tak Menetapkan Dijalankan

6 Kiat Berumah Tangga yang Sering Didengar Namun Sebenarnya Tak Perlu Dijalankan

Ilustrasi. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Dalam menjalani hubungan famili, semua orang, mulai dari karakter terdekat hingga orang yang baru Anda kenal kerap kali menyampaikan saran kepada Anda dalam menjalani hubungan rumah tangga.

Beberapa di antaranya mungkin membawa manfaat dalam penerapannya, namun beberapa lainnya justru sopan dipertanyakan, seperti beberapa saran berikut:

1. Jangan tidur sebelum urusan selesai  

Jika Anda atau pasangan kelelahan atau sedangkan dalam keadaan emosi, sebaiknya diskusikan dan selesaikan masalah keesokan harinya. Karena ketika kurang tidur, seseorang akan cenderung lebih emosi serta lambat dalam merespon. “Membahas topik yang rumit sebelum tidur lazimnya tidak produktif dan kerap kala berakhir menjadi konflik dan timbul kekecewaan, ” ujar terapis Elizabeth Earnshaw.

2. Harus jujur 100% kepada pasangan

Psikoterapis Bonnie Ray Kennan mengatakan jujur 100% pada pasangan bisa menimbulkan masalah.   “Terapi mengajarkan pasangan untuk saling mengungkapkan perasaan masing-masing namun kadang-kadang pasangan terlalu terbuka (overshare). ” Misalnya, dalam hal personal serupa jika Anda kurang menyukai adik ipar Anda, cukup katakan peristiwa ini kepada pasangan: “Adikmu punya kebiasaan mampir ke rumah kita. Aku harap lain kali, tempat mengabari kita terlebih dahulu, ” seperti dilansir dari laman The Huffington Post.

3. Yang namanya hubungan pastilah sulit dijalani

Dasar dibutuhkan perjuangan dalam sebuah hubungan, namun alasan tersebut seharusnya tak menjadi hambatan dalam sebuah pernikahan. “Saya melihat saran ini memproduksi orang terjebak dalam hubungan dengan tidak sehat atau hubungan yang tidak membuat mereka bahagia. Memang merupakan hal yang normal bila muncul pertengkaran dalam sebuah ikatan, namun ikatan Anda dan pasangan seharusnya semakin kuat seiring berjalannya waktu, ” ujar psikolog Marie Land.

4. Sekali tidak setia, selamanya pasti tidak akan patuh

Ungkapan ini membuat kita meremehkan kemampuan seseorang untuk berubah. Terapis Elizabeth Earnshaw mengatakan: “Perselingkuhan lazimnya merupakan indikasi adanya masalah khusyuk dalam sebuah hubungan, bukanlah sepadan perilaku yang berulang atau cacat seseorang. ”

5. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai Anda dibanding menikah dengan orang yang lebih Anda cintai

Pemikiran itu didasari oleh perasaan insecure di suatu hubungan. “Saran ini muncul untuk menunjukkan siapa yang menyimpan kendali dalam sebuah hubungan. Maksudnya agar hubungan tersebut lebih tak rentan terhadap pengkhianatan. Sayangnya, semua cinta dan hubungan itu sensitif dan tidak ada jaminan sebuah hubungan pasti berjalan mulus, ” kata psikolog Marie Land.

6. Utamakan anak dibanding pernikahan Kamu

Menurut terapis Elizabeth Earnshaw mengusulkan seseorang untuk mengutamakan anak dibanding hubungan pernikahan merupakan hal yang salah. “Ketika orang tua sungguh-sungguh fokus dengan anak, mereka kehilangan ikatan yang lain. Ingatlah Kamu menikahi pasangan Anda terlebih dahulu, setelahnya baru hadir anak-anak Anda. Untuk itu, selalu dampingi pasangan, luangkan waktu untuk berkencan, dan konsultasikan bersama segala hal yang menyangkut anak. ”

Rekomendasi