Kala Berdebat dengan Pasangan Pertanda Tak Cocok? Belum Tentu, Lo!

Kala Berdebat dengan Pasangan Pertanda Tak Cocok? Belum Tentu, Lo!

Sering Berdebat dengan Pasangan Pertanda Tak Cocok? Belum Tentu, Lo!

  Konflik bisa menguatkan sebuah hubungan bila dihadapi dengan cara yang betul. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Berdebat dengan pasangan hal yang wajar. Namun sering berdebat bisa membuat Anda berpikir bahwa pasangan bukanlah orang yang cocok buat Anda. Tak heran, banyak bagian yang memutuskan untuk mengakhiri ikatan karena sering terjadi perdebatan.

Perbincangan lumrah

Psikolog klinis dari Universitas Negeri California, Ramani Durvasula, Ph. D mengatakan berdebat dengan pasangan tanda bahwa Anda peduli secara hubungan itu. Bahkan jika Anda berdebat selama dua minggu berturut-turut normal.

Psikolog klinis sekaligus pendiri situs hubungan eHarmony, Dr. Neil Clark Warren menyebutkan alasan dalam sebuah hubungan rentan terjadi dialog. Menurutnya, pasangan terbentuk dari dua orang berbeda yang hidup di lingkungan yang berbeda sehingga akan memiliki cara yang berbeda di menghadapi suatu hal.

“Perdebatan itu lazim terjadi. Bahkan, bagaimana cara para pasangan mengelola dan menyelesaikan konflik akan menentukan kekuatan hubungan mereka, ” terang Dr. Neil. Tetapi terkadang ada pasangan yang tak pernah berdebat atau memiliki pertikaian satu sama lain. Ada besar kemungkinan yang terjadi, kata Dr. Neil. Pertama, ada satu orang yang mendominasi.

Kedua, individu-individu dari hubungan itu mengabaikan masalah yang berlaku. “Jika salah satu pasangan memimpin akan menyebabkan si pasangan yang tidak mendominasi akan cenderung menurut dan enggan untuk mengutarakan teori, ” jelasnya.

Sedangkan untuk pasangan dengan mengabaikan masalah ditambahkan Dr. Neil akan membuat individu di dalam hubungan tersebut berpikir bahwa secara berpura-pura meniadakan konflik maka ikatan mereka akan terlihat baik-baik sekadar.

“Tentu hal tersebut bukan menyelesaikan perkara melainkan hanya menyimpan masalah serta menunggunya sampai penuh dan meledak, ” paparnya. Salah satu cara untuk mengetahui bahwa Anda siap untuk menikah adalah dengan mengisbatkan bahwa Anda dan pasangan bisa mengelola konflik bersama.

Mengelola Konflik Menjadi Positif
 

Di sebuah konflik, Anda dan bagian harus tetap memiliki rasa saling menghormati meski memiliki perbedaan pandangan. Utarakan apa yang menjadi poin dalam permasalahan. Dengarkan, jangan dipotong sebelum selesai bicara. “Setiap pribadi memiliki hak untuk berpendapat. Sampaikanlah secara bergantian dan dengarkanlah apa yang menjadi poin dari argumentasi pasangan Anda. Intinya, kita semua perlu untuk didengarkan dan dimengerti oleh orang yang paling dicintai, ” ia menyarankan. Selanjutnya, tunjukkan bahwa Anda siap dan mengizinkan untuk mencari jalan tengah.

Hal ini bisa dilakukan melalui bahasa tubuh seperti sikap mendengarkan dengan seksama dan menggunakan mimik wajah yang penuh perhatian. Setelah menggunakan etiket tubuh, Anda bisa menggunakan kata-kata lembuh yang mendamaikan.

“Misalnya ‘Sekarang dengan jalan apa saya harus bersikap dan bagaimana kamu harus bersikap agar kita tetap bersama? ’. Kata-kata itu akan memberi sinyal bahwa setiap individu dalam suatu hubungan harus bersedia mencari jalan keluar pedengan berkompromi demi menyelesaikan konflik itu, ” jelasnya.

Terakhir, tarik sebuah kesimpulan dari perdebatan itu. Anda & pasangan harus saling memberi penghargaan satu sama lain atas cara penyelesaian konflik yang telah dilalui. Dengan begitu, hubungan Anda akan jauh lebih kuat. “Penting tidak hanya untuk mencoba dan menyelesaikan konflik dengan hati-hati tetapi selalu untuk menghargai pencapaian yang telah Anda dan pasangan lakukan. Dengan mengatakan kepada pasangan bahwa Anda menghargai bagaimana kalian menangani konflik dengan cara yang baik, oleh sebab itu
hubungan kalian akan jauh lebih kuat dan romantis, ” ia menuturkan.  
 

Rekomendasi