Memiliki Teman atau Saudara Kerekot Itu Menjengkelkan

TABLOIDBINTANG. COM   –  Sungguh menjengkelkan berurusan dengan orang pelit atau kikir. Anda mungkin memiliki teman atau anggota rumpun yang sangat pelit. Saking pelitnya uang dalam jumlah sangat kecil pun diperhitungkan dengan cermat. Mereka tidak pernah mau memberi & hanya mau menerima. Di setiap kali dimintai bantuan, ataupun diajak patungan, apalagi diminta menraktir, mereka punya seribu satu alasan untuk menentang. Karena sifat pelit tak muncul tiba-tiba, mereka oleh sebab itu lihai berkelit kalau diminta mengeluarkan uangnya.  

Karakter yang pelit biasanya tepat dikenali oleh lingkungannya, saudara atau keluarga. Dengan lekas akan diidentifikasi sebagai jiwa pelit lengkap dengan seluruh atribut kurang baik disematkan padanya. Tak ada karakter yang suka dengan orang pelit. Bahkan orang kikir pun tak suka dengan orang pelit. Jadi kok bertahan dengan sifat kerekot dan kikir?

Rasanya tak ada agama, kebuyaan ataupun tradisi, yang mengajarkan untuk menjadi pelit. Hampir seluruh mengajarkan untuk menjadi murah hati dan dermawan. Dalam manapun sifat murah hati dan dermawan dianggap jadi perilaku terpuji dan kudu dijalankan. Sebaliknya, tak ada pujian untuk orang kikir. Tapi orang pelit ada di mana-mana. Sifat kikir bisa dimiliki orang mampu atau miskin, bodoh atau pintar. Banyak yang telah kaya raya tapi tentu memelihara sifat pelitnya. Apalagi sampai mati.

Pengalaman masa lalu sering dianggap sebagai faktor yang menerbitkan seseorang memiliki sifat kikir. Perasaan tidak aman perkara uang, ketakutan akan aib uang, juga pengalaman tak menyenangkan lain soal kehinaan uang, bisa jadi pemicu. Dan ini sering kali tak mudah hilang, makin terus bertahan. Setelah mempunyai cukup uang pun karakter yang dasarnya memiliki sifat pelit akan tetap pelit. Siapa tahu jauh di ceruk hatinya masih tersimpan ketakutan akan kekurangan uang. Sungguh tak menyenangkan.

Orang yang memiliki sifat pelit akan terus ketakutan kehilangan kekayaan, cemas tak cukup mempunyai uang, dan ketakutan-ketakutan lain yang dipicu sifat pelitnya. Ini hanya salah utama kondisi tak menyenangkan dengan harus ditanggung orang bakhil. Kondisi tak menyenangkan lain, tentu saja tak disukai oleh teman atau tim. Jadi bahan olok-olok ataupun omongan tak menyenangkan. Tak ada teman atau anak yang menanti-nantikan kehadiran si pelit.

Tapi sifat bakhil tak akan hilang sebab dikritik atau diledek. Siap jangan berharap teman ataupun saudara Anda yang dikenal sangat pelit, tiba-tiba bertukar jadi dermawan.