Meredam Konflik Kakak dan Adik saat Berbagi Kamar

Meredam Konflik Kakak dan Adik saat Berbagi Kamar

Ilustrasi (Depositphotos. com)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Bukan hal aneh bila saudara kandung berbagi kamar tidur. Namun urusan berbagi kamar tidur ini tak selalu berjalan mulus. Tak jarang, malah timbul konflik antara si mas dan adik. Lantas, bagaimana jalan orang tua menyikapinya?  

Craig Canapari, MD, dokter anak dan Direktur Pusat Tidur Anak di Universitas Yale, AS, mengatakan idealnya anak-anak yang berbagi kamar berjenis kelamin sama dengan usia tidak terpaku jauh. Semakin jauh jarak leler kakak dan adik, semakin rentan timbul konflik.  

Soal jenis kelamin, sebenarnya tak ada larangan untuk anak yang berbeda jenis kelamin berbagi kamar. Bukan masalah karena berbagai alasan, misalnya keterbatasan ruangan, anak-anak berbeda jenis kelamin menghuni kamar yang sama.  

Emily Kircher-Morris, MA, MEd, LPC, konselor profesional bersertifikat dari St. Louis, Missouri, AS, mengungkapkan anak dengan memasuki usia sekolah biasanya mau merasa kurang nyaman bila harus berganti pakaian di depan saudaranya yang berbeda jenis kelamin. Tetapi orang tua bisa menyediakan tempat khusus untuk berganti pakaian di dalam kamar.  

Keadaan ini kurang berubah saat anak memasuki era pubertas. “Penting bagi anak mempunyai ruang di mana mereka merasa nyaman dengan tubuh mereka ketika mengalami pubertas. Rasa khawatir mau citra tubuh (pada masa remaja) akan membuat anak merasa tak nyaman atau tidak pede dengan tubuh mereka. Dan berbagi kawasan rentan meningkatkan rasa khawatir di diri anak, ” papar Emily.  

Agar anak tetap akur ketika berbagi kamar, Dr. Jennifer Guttman, psikolog klinis yang praktik di New York dan Connecticut, GANDAR menerangkan pentingnya memberi pemahaman kepada anak. “Tanamkan kepada anak yang lebih tua untuk lebih bentuk dalam situasi ini dan menjelma panutan positif untuk adiknya, ” anjur Jennifer. Di sisi lain, beri pengertian kepada adik untuk memberi waktu sendiri di kawasan untuk si kakak, terutama bila kakak telah memasuki usia muda.  

Langkah berikutnya, orang tua kudu memikirkan preferensi lingkungan tidur yang disukai anak. Misalnya, apakah jiwa kakak lebih suka tidur secara lampu menyala sedangkan adik bertambah suka keadaan gelap. Untuk menjembatani perbedaan preferensi ini, Craig menyarankan orang tua menyiapkan anak yang lebih kecil menyesuaikan dengan tata cara si kakak.  

“Sebaiknya adik terbiasa tidur di lingkungan sensorik yang sama dengan kakaknya sebelum dia dipindahkan (ke kamar bersama kakaknya), ” urai Craig. Tujuannya supaya kehadiran adik di kamar kakanda kelak tidak dianggap sebagai kekacauan oleh kakak.  

Rekomendasi