Peniadaan Mudik dalam Satu Kawasan Aglomerasi Upaya Cegah Penularan Covid-19

TABLOIDBINTANG. COM   –  Peniadaan mudik dalam satu wilayah aglomerasi bagian tidak terpisahkan dari upaya mencegah penularan Covid-19 dan menjamin protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

Sejak awal kebijakan yang diambil pemerintah adalah peniadaan mudik yang berlaku pada 6 – 17 Mei 2021. Adapun pengecualian di wilayah aglomerasi berfokus pada layanan transportasi untuk kegiatan esensial harian seperti bekerja, memeriksakan kesehatan, logistik, dan sebagainya. Aktivitas mudik tetap dilarang dan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan harus dihindari.

Surat Edaran Satgas No . 13/2021 maupun Peraturan Menteri Perhubungan No. 13/2021 juga sudah sejalan dan tidak ada perubahan.

“Kebijakan tetap, yaitu peniadaan mudik, tujuannya agar tidak terjadi peningkatan mobillitas masyarakat pemicu kerumunan, inch tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Pelarangan semua bentuk mudik baik lintas daerah juga dalam satu daerah (aglomerasi) seyogyanya tidak akan menghilangkan esensi mudik, yaitu silaturahmi. Pemanfaat teknologi bisa jadi alternatif.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan bahwa mudik dilarang pada aglomerasi bukan berarti aktivitas transportasi juga dilarang. Buat itu tidak akan diaplikasikan penyekatan.

“Pemerintah sudah tegas menyatakan kegiatan mudik dilarang. Di wilayah aglomerasi juga mudik dilarang, yang diperbolehkan adalah aktivitas yang esensial, dan transportasi masih maka akan melayani masyarakat di kawasan dengan pembatasan. Baik tersebut transportasi darat berupa angkutan jalan maupun kereta api, akan tetap melayani masyarakat dengan pembatasan jam operasional, frekuensi dan jumlah armada. Di samping itu jadi diperketat pula pengawasan terhadap protokol kesehatan, ” tutur Adita.

Aktivitas esensial, antara lain sektor logistik, pendidikan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas öffentlich, dan industri strategis, pelayanan dasar, dan objek essential dan beberapa sektor sosial ekonomi pendukung seperti tempat ibadah, fasilitas umum, lalu sektor seni-sosial-budaya, tetap boleh beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat

Sumber: covid19. go. id.