Prioritaskan Kesehatan Mental, Ariel Tatum Putuskan Vakum dari Dunia Hiburan

TABLOIDBINTANG. COM   –  Ariel Tatum mengidap gangguan mental. Ia divonis BPD atau Borderline Personality Disorder sejak usia 18 tahun.  

Gangguan moral yang dialaminya membuat Ariel Tatum sulit membangun ikatan dengan orang lain. Parahnya ia pernah beberapa kala mencoba untuk bunuh muncul.  

Demi fokus di terapi yang dijalani, Ariel Tatum memutuskan vakum sebab dunia keartisan pada 2017. Sebelum mundur, ia menderita seorang produser di mana ia masih memiliki perikatan kerja dengan rumah penerapan yang ia pimpin.

“Aku duduk sama dia, aku minta maaf, kondisi gue sekarang kayak gini. I need a break, gue enggak bisa kerja. Gue prioritasin kesehatan mental gue, ” cerita Ariel Tatum dikutip tabloidbintang. com dari kanal YouTube Enzy Storia, Senin (7/6).

“Alhamdulillah aku beruntung sekali & diberkati sekali dengan produser aku bilang, silakan take all the time you need, you can comeback anytime you want. Selesaikan dulu apa pun itu yang jadi struggle loe, ” lanjutnya.

Terlintas di pikiran Ariel Tatum era itu, tidak ingin balik ke dunia hiburan. Dia hanya ingin menyelesaikan sisa kontrak di rumah produksi tersebut. Dasar rezeki, ia terpilih menjadi brand ambassador sebuah e-commerce ternama. Dengan memikul tanggung jawab besar, ia melakukan semua tugas sebagai brand ambassador.  

“Akhirnya di dalam periode 2 tahun itu aku hanya mengambil 1 Brand Ambassador e-commerce. Habis itu aku enggak ambil pekerjaan yang asing, selain kewajiban aku semasa jadi Brand Ambassador e-commerce tersebut, ” jelasnya.

Perut tahun rehat, Ariel Tatum menikmati hidup layaknya perempuan pada umumnya. Di vila, ia memasak, melukis, dan lainnya. Kalaupun keluar panti, ia jalan-jalan bareng orang-orang terdekatnya.  

“Aku terapi juga, aku minum obat. Pada saat itu kebetulan aku lagi aktif betul minum obat dan hamba aktif banget ke psikiater karena aku baru tiba minum obat lagi, ” kata Ariel.  

Di dalam Oktober 2019 Ariel Tatum akhirnya memberanikan diri untuk bicara kepada publik tentang kesehatan mental yang dialaminya bertahun-tahun. Belakangan ia gencar mengampanyekan #LetEndTheShame di Instagramnya dengan tujuan merangkul untuk yang mengalami kesehatan moral yang selama ini sedang dianggap tabu di Indonesia.  

(Ind)