Tanpa Anda Sadari, Perselingkuhan Bisa Berlaku di Depan Mata

Tanpa Anda Sadari, Perselingkuhan Bisa Terjadi di Depan Mata

Menjadi korban pengkhianatan sudah menyakitkan bagi wanita, tetapi tidak sedikit yang bahkan melupakan perselingkuhan terjadi di depan matanya. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Menjadi korban perselingkuhan sudah menyengat bagi wanita, namun tidak sedikit yang bahkan membiarkan perselingkuhan berlaku di depan matanya. Kok, bisa? Apakah tidak ada tanda – tandanya hingga perselingkuhan yang terjadi  begitu dekat bisa tidak terdeteksi?

Penasihat dan terapis dari Biro Muka Psikologi Westaria, Anggia Chrisanti, melahirkan fakta mengejutkan kepada Aura. Bahwa iya, sangat mungkin bila seseorang tidak menyadari bahwa pasangannya sudah selingkuh, di depan matanya tunggal. Misal, pasangan yang selingkuh dengan seseorang dari lingkup pertemanan, lingkup tempat tinggal, atau lingkup order.  

“Mungkin, sangat mungkin perselingkuhan berlaku begitu dekat namun tidak disadari (hingga semua terlalu jauh), ” buka Anggia Chrisanti. “Banyak situasi menjadi penyebabnya, ” imbuhnya. Barang apa saja itu? Anggia Chrisanti mengungkapnya dibawah ini:

(Depositphotos)

(Depositphotos)

1. Inner child 

Selalu kembali kepada masalah inner child di diri seseorang, termasuk ketika tempat bahkan tidak menyadari bahwa pasangannya berselingkuh di depan matanya. Lengah satunya inner child anak broken home yang sangat tersakiti dengan perceraian ayah ibunya (yang tak baik – baik). Sehingga zona bawah sadarnya menggerakkan dengan berpengaruh dirinya untuk selalu positif dalam menjalankan kehidupan. Meski jelas ada hal negatif karena merasa curiga pengalaman buruk akan menimpa anak – anaknya.  

Misal, jelas suami sering pulang hingga larut malam bahkan menjelang pagi, dinas kacau dinas luar kota yang nyata tidak masuk akal, menemukan nota atau nota pembelian barang kepala barang di luar kewajaran, sering kontak dengan salah satu saudara atau rekan kerja perempuan dengan tidak sepatutnya. Yang bagi karakter lain indikator – indikator tersebut sudah jelas mengarah kepada telaahan perselingkuhan. Tapi orang ini lestari berusaha keras untuk tetap positive thinking dengan meyakinkan dirinya (dan kadang – kadang orang di sekitarnya juga) bahwa semua cara – baik saja. Suaminya masih dalam batas kewajaran, pekerjaannya benar sedang banyak, dan lain kacau lain.  

Inner child membuat mental block sehingga proses berpikir tidak objektif. Membicarakannya dengan pasangan pun tidak suka. Khawatir malah bertengkar, lalu silih menyakiti dan apalagi jika terjadi perpisahan yang sangat ditakutinya itu.  

2. Polos

Orang macam ini memiliki bakat belief. Cenderung selalu positif yang orang massa bilang “polos”. Baginya, prinsip semua orang itu baik, bagaimana kitanya saja, itu adalah kebenaran dengan harus dipegang erat. Jika dia tidak permah sedikit pun serong atau cheating, dia yakin pasangannya pun tidak. Dia amat percaya hukum sebab-akibat. Dan utamanya merupakan semua sebab yang baik mau mengakibatkan hal baik juga.  

3. Kurang awas

Nah, tersebut kemungkinan ketiga, yaitu dengan urusan (bisa pekerjaan, mengurus rumah, bujang, dan atau lainnya) maka benar terlupakan dan kurang waspada kepada apa – apa yang berlaku di sekitar. Fokusnya terbagi buat hal – hal yang menurutnya lebih penting untuk diperhatikan.  

Tersebut bahaya, karena bagi pasangannya yang bisa saja sejak awalnya cuma karena ketidaksengajaan atau adanya jalan, lalu malah jadi berkelanjutan karena tidak ada warning dari pasangan. Makin jika dianggap pasangannya ini sungguh-sungguh “sibuk sendiri”, semakin asyiklah si pasangan selingkuh ini melanjutkan perselingkuhannya.  

Rekomendasi