Ustaz: Dhena Devanka dan Jonathan Frizzy Tidak Bisa Cerai di Pengadilan Agama

TABLOIDBINTANG. COM   –  Umum masih penasaran dengan kacau rumah tangga pasangan Dhena Devanka dan Jonathan Frizzy (Ijonk). Sebelum menikah, Dhena Devanka beragama Islam. Lalu berpindah agama menjadi Kristen mengikuti keyakinan Ijonk & dibaptis pada 2011 sebelum akhirnya menikah pada 27 Mei 2012 dengan pemberkatan nikah secara Kristen.

Dhena dan Ijonk yang dikaruniai 3 orang anak, bertahun-tahun cukup adem ayem tak terdengar ada masalah di dalam rumah tangga mereka. Namun beberapa bulan terakhir cukup santer isu konflik terjadi dalam rumah tangga itu.

Benny Simanjuntak, paman Ijonk, mengungkap dua alasan dengan membuat Ijonk-Dhena berkonflik. Mula-mula, Dhena dinilai mempermainkan petunjuk. Untuk bisa menikah, Dhena Devanka berjanji untuk mendaftarkan agama Ijonk. Janji tersebut, bahkan diucapkan ibu tiga anak tersebut di hadapan keluarga besar Ijonk. Tetapi belakangan Dhena kembali ke agama lamanya.

Dhena Devanka (Instagram)
Dhena Devanka (Instagram)

Dhena pun akhirnya mendaftarkan gugatan cerai, tidak ke Pengadilan Negeri seperti lazimnya & sesuai ketentuan Undang-undang, kalau pernikahan di luar agama islam, gugatan cerai cuma bisa dilakukan lewat Meja hijau Negeri. Dhena justru mendaftarakan gugatan cerai lewat Meja hijau Agama, seolah pernikahannya secara Ijonk dilakukan secara Agama islam dan terdaftar di KUA.

Menurut Sekretaris Komisi Masukan MUI Kota Bogor, KH. Khotimi Bahri, S. Ag, MP, jika pasangan suami istri menikah dengan jalan di luar Islam, tetap tidak dapat bercerai dalam Pengadilan Agama, tapi di Pengadilan Negeri. Meskipun betul salah satu dari pasangan itu, baik istri maupun suami sudah beragama Agama islam.

“PA tidak mengurus perceraian selain agama Islam, bermakna harus dipisah antara keyakinan agama dengan tempat gugatan cerai. Jadi ada dua hal di sini parak tetap harus diurus pada Pengadilan Negeri karena aturannya seperti itu, ” ujar Kiai Khotimi.

Untuk peristiwa Dhena dan Ijonk , karena menikah di luar Islam, oleh sebab itu tidak akan pernah diakui oleh Islam dan Mahkamah Agama, meskipun katakanlan Dhena sekarang sudah kembali menjelma seorang muslimah. Oleh karena itu, perceraian secara hukum negara harus didaftarkan menggunakan Pengadilan Negeri.

Tentu menjelma pertanyaan, mengapa Dhena mendaftarkan gugatan cerai melalui Mahkamah Agama?