Waspadai Hal Ini Jika Bayi Kala Menatap Ke Arah Langit-Langit

Waspadai Hal Ini Jika Bayi Sering Menatap Ke Arah Langit-Langit

Bayi yang baru lahir kerap terlihat lupa menatap ke arah langit-langit ruangan. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Bayi yang baru lahir kerap terlihat asyik menatap ke pokok langit-langit ruangan. Tidak perlu kacau, fenomena tersebut merupakan hal dengan normal. Dr. Sanam Hafeez, PsyD., dokter ahli saraf dari New York, AS, menyebutkan kondisi itu terjadi karena bayi sedang menyelaraskan diri dengan lingkungan serta memajukan kemampuan visual.

Yang perlu diwaspadai, bila kebiasaan menatap ke langit-langit tersebut berlanjut setelah bayi berusia lebih dari 16 minggu. “Jika Anda tidak bisa merebut perhatian budak dari langit-langit bahkan sebentar sekadar, mungkin ada hal lain yang terjadi, ” Sanam Hafeez memperingatkan.

“Perhatikan pula jika mereka tidak mengenali wajah-wajah yang konsisten dan kala muncul seperti ibu dan ayah. Mungkin itu waktunya berkonsultasi ke dokter anak Anda, ” lanjutnya.

Senada dengan Sanam Hafeezm Dr. Mary Kohn, dokter anak pada Rumah Sakit Universitas Colorado, AS, mengatakan bahwa Anda harus mempertimbangkan usia bayi ketika mereka melaksanakan kebiasaan menatap ke langit-langit daerah. Menurut Mary Kohn, kebiasaan itu sangat normal bagi bayi yang baru lahir, namun tidak normal bagi bayi yang sudah berumur lebih dari empat bulan.

“Bayi yang baru lahir hanya bisa melihat benda dengan jarak enam tenggat sembilan inci (sekitar 15 mematok 22, 5 cm), ” membuka Mary Kohn. Bayi baru mampu melakukan kontak mata dengan Kamu pada usia rata-rata sembilan minggu. Ketika mereka asyik menatap plafon ruangan, mungkin ada sebuah bertentangan yang menarik bagi mereka, bagaikan bayangan atau warna.

“Bayi biasanya tertarik pada sesuatu yang kontras. Misalnya, alih-alih melihat ke arah sungguh jendela, mereka lebih tertarik tahu titik di mana jendela berbatasan dengan kusen, atau ketika terang bertemu dengan kegelapan, ” mekar Mary Kohn.

Rekomendasi